Umat Stasi Kalo Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat

Share :

KALO – Ratusan umat Katolik Paroki St. Kristoforus Waning merayakan misa Minggu Palma di Stasi Kalo (salah satu stasi dari 8 stasi Paroki Waning). Perayaan dimulai dengan ritus pemberkatan daun palem di luar area Kapela stasi. Umat merayakan Minggu Palma dengan penuh sukacita dan kekhusyukan pada Minggu (29/03/2026). Perayaan Minggu Palma mengenang Yesus memasuki Kota Yerusalem  menandai dimulainya Pekan Suci. Dalam renungan singkat Pater Tarsi Nardi,SVD (Pastor Vikaris) mengajak umat untuk senantiasa bersikap rendah hati seperti Kristus Sang Raja yang tampil sederhana Ketika Dia memasuki kota Yerusalem. Pater juga mengajak umat untuk membuka hati membiarkan Tuhan berkuasa dan merajai hati kita.  

Perarakan Daun Palma

Acara dimulai dengan upacara pemberkatan daun palma. Daun palma adalah simbol kedamaian dan penghormatan ( Ketika Yesus masuk ke Yerusalem umat melambaikan Daun Palma untuk menunjukan penghormatan terhadap sang Raja) Umat Paroki Waning dengam penuh sukacita  mengikuti Tradisi Masyarakat di yerusalem 2000 Tahun yang lalu melambaikan Daun Palm sambil bersorak “ Hosana Putra Daud,  Perakan menuju ke Kapela Stasi tempat Perayaan Ekaristi berlansung. 

Liturgi yang Khidmat di Gereja Bambu

Setelah perarakan, umat berkumpul di dalam gereja stasi yang sederhana namun tertata rapi dengan dinding bambu. Misa dipimpin oleh imam dengan mengenakan kasula berwarna merah, warna liturgi yang melambangkan pengorbanan dan sengsara Kristus.

Di depan altar, terpampang spanduk bertema Paskah dengan kutipan dari Matius 28:7:

“Kristus yang Bangkit Mendahului Kita ke Galilea: Bangkit, Berjalan Bersama, dan Bersaksi”

Suasana di dalam gereja terasa sangat hidup dengan iringan musik organ dan paduan suara yang semangat. Meski berada dalam keterbatasan bangunan fisik, antusiasme umat Stasi Kalo terlihat jelas dari penuhnya bangku-bangku gereja oleh anak-anak hingga lansia.

Pesan Penggembalaan

Dalam khotbahnya, Romo Robert mengajak seluruh umat ;

 Belajar Dari dua Tokoh Saksi Mata pada Penyaliban Yesussaat Itu :Pesannya sangat Jelas pada Kita

  • Pertama Mengikuti Yesus dengan tulus dan setia dengan segala konsek kuensinya termasuk Rela menanggung Penderitaan Seperti Bunda Maria Hidup Kita akan Berkahir Bahagia, Selamat baik Jiwa maupun Raga.
  • Sebaliknya Mengikuti Yesus dengan sikap Farisi,sikap Munafik, dengan sikap Pamrih mau Mendapat keuntungan Material Hidup Kita akan Berkahir dengan Kebinasaan Jiwa dan Raga Untuk Selamanya.

Perayaan Minggu Palma di Stasi Kalo ini berjalan dengan aman dan lancar, menjadi pembuka yang kuat bagi rangkaian perayaan Tri Hari Suci yang akan datang.


Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *